[Haru Syndrome’s Waiting Room] Ain 'Yuki Hikari': Crying 100 Times:Kisah Fuji dan Yoshimi yang Manis Membuat Saya Senyum Sendiri

Written by Super User on . Posted in Blog

Halo! Haru Syndrome’s Waiting Room kembali lagi!

Kalau kita sudah membahas novel terjemahan Korea dan novel lokal (Indonesia), sekarang yuk ngomongin novel terjemahan Jepang yang berjudul ‘Crying 100 Times’. Novel ini sudah difilmkan Juni lalu dengan pemeran utama Okura Tadayoshi dan Kiritani Mirei.

 

Di ruang tunggu Haru yang nyaman, keren, indah, kece (pokoknya sebutin aja semua kata sifat yang bernilai pujian ya hehehe) ini, Haru mengundang seorang blogger yang terkenal dengan nama Yuki Hikari. Yuk kenalan dulu!

 

 

 

Hallo~~~
Nama saya Ain, tapi saya biasa memakai nama 'Yuki Hikari' di dunia SosMed. Kenapa sih musti kejepang-jepangan gitu? Iya dong soalnya saya ini otaku#bangga x)
Saya lahir dengan zodiak gemini makanya kecepatan baca dan resensi tergantung mood dan buku bacaannya pun berubah-ubah walau ngakunya suka genre romance dan fantasi.
Saat ini saya bekerja sebagai guru SD dan punya impian bisa hidup santai dengan ditemani hal-hal yang saya suka. Saya biasa nulis resensi di blog buku saya di http://yukiyuchan.blogspot.com/

PERTANYAAN DARI HARUUNTUK AIN

 

1.      Berapa lama sih waktu yang kamu butuhkan untuk membaca novel ini?

5 hari. Duh sebenernya malubanget baca novel setipis ini sampai lama. Alasannya juga ga kece banget lagigara-gara saya lumayan sok sibuk. Jadi sebenernya kalau niat 1-2 hari juga bisasaya selesaian #pembelaan xd


2. Adegan mana yang paling kamu suka di novel ini dan mengapa?

Adegan ketika Fuji dan Yoshimimemulai latihan hidup bersama. Saya rasa memang sudah umum pasangan di Jepangtinggal satu atap. Hanya saja saya merasa kedekatan mereka, bukan dalam hal ‘fisik’, yang terasa manis dan bikin saya senyum-senyum sendiri


3. Seandainya buku ini nggak dikabarkan akan dibuat filmnya, kamu bakal tertarik nggak sih baca? Kasih alasanmu ya

Tetap tertarik. Karena alasanutama saya ingin membaca novel ini adalah novel terjemahan Jepang. Jadi kalaudijadikan live action kan itu hanya bonusnya saja. Tapi saya juga tidakmenampik bahwa buku yang diangkat menjadi film lebih menarik karena tentu sajasaya ingin melihat tokoh kesayangan bisa gerak x)


4. Katanya nih, kamu suka segala sesuatu yang berbau Jepang, apa yang membuatkamu suka?

Jujur saya bingung jawabnya,karena memang seperti jatuh cinta pada pandangan pertama saja. Tidak perlubanyak alasan saya suka tentang Jepang


5. Dibandingkan terjemahan Korea, menurutmu apa yang membedakannya dengan novel-novel Jepang?

Wah saya agak kesulitan nih jawabnya karena baru beberapa novel terjemahan dari Jepang dan Korea yang sayabaca. Cuman satu hal yang dapat saya simpulkan dari sedikit bacaan saya, novelKorea lebih banyak unsur komedi romancenya sedangkan novel Jepang banyakadegan-adegan manis walau dari hal yang sepele dan sederhana

 

PERTANYAAN DARI AIN UNTUK HARU


1.      Saya suka sekali dengan ide Placebo dari Haru, kok bisa sih kepikiran seperti itu? Beda banget dari penerbit yg lain, idenya dapat dari mana ya? Trus ke depannya bakal ada program lainnya tidak? Trus apa placebo ini bakal ada selamanya?

 

Awalnya, kita ingin membuatsesuatu yang bisa memberikan feedbackkepada pembaca yang selama ini sudah membaca buku Haru. Kebetulan, kami banyakberinteraksi dengan banyk penerbit dari luar negri dan mencoba belajar darikesuksesan mereka.  Konsep dasar‘Placebo’ didapat dari mereka dan kami kembangkan lagi supaya bisa sesuaidengan pembaca di Indonesia.

Ke depannya tentu saja kami akanselalu berusaha untuk terus menyesuaikan diri dengan pembaca. Jadi, Placeboakan terus berkembang seiring berjalannya dengan waktu. Mungkin ada ide daripembaca? Hehehe…

 

2.      Setahu saya novel-novel Haru yang sudah diterbitkan baik lokal maupun terjemahan berbau romance, apakah memang fokus Harudi novel romance?

 

Tidak juga. Kebetulan novel-novel yang sudah terbit justru yang nuansa‘romance’-nya lebih kuat. Tapi kami juga ada beberapa naskah suspense, detective dan thriller. Tunggu waktu terbitnya ya!

 

3.      Rencana ke depannya Haru mau nerbitin novel terjemahan dari negara mana? Selain Jepang dan Korea tentunya.


Kami ingin memfokuskan diri pada buku-buku bernuansa Asia. Ke depannya,kami juga akan menerbitkan terjemahan dari negara Asia lain.

 

4.      Setelah membaca dari blog teman novel terjemahan Haru ada yang memang di cut beberapa halamannya, apakah semua novel terjemahan Haru seringnya di cut? Saya sih kepinginnya jangan pernah ada di cut xD

 

Tidak semua naskah akan dipotong. Kebijakan memotong naskah dilakukan supaya konten-nya bisa diterima oleh pembaca Indonesia. Tapi tenang saja, meski ada pemotongan, konteks isinya masih tetap sama dan mendapatkan ijin dari penulisnya.

 

5.       Berapa lama sih proses buku Crying 100 Times bisa naik cetak? Katanya nih minta right dari pihak Jepang kan agak susah, ada kendala ga dari pihak Haru?

 

Sekitar lima bulan. Untuk buku ini, Haru tidak mengalami banyak kesusahan, karena pihak Jepang juga bekerjasama dengan baik.

 

Quote

Creating an unforgettable day for you.

Company

Contact Us